Rincian Modal Awal Buka Usaha FotoCopy

ProfBiaya.com - usaha jasa fotocopy sangat mudah ditemui di berbagai sudut kota dan tempat khususnya yang berdekatan dengan pusat pendidikan dan perkantoran. Usaha ini tidak memerlukan modal yang lumayan besar. Dengan modal kecil pun bisa membuka usaha fotocopy dengan membeli mesin fotocopy, kertas, tinta, sewa lokasi, dan lain sebagainya.

Prospek Usaha Fotocopy

Peluang bisnis membuka usaha fotocopy merupakan salah satu jenis bisnis anti musiman, yang tidak pernah surut. Ia akan selalu dibutuhkan manusia setiap hari selama manusia masih hidup dan berhubungan dengan jasa cetak mencetak dan dokumen. 

Apalagi jumlah penduduk Indonesia terutama kalangan pelajar, mahasiswa, karyawan dll terus bertambah banyak. Hal inilah yang menimbulkan usaha fotocopy termasuk salah satu peluang bisnis yang sangat menjanjikan. Kelebihan usaha fotocopy lainnya adalah mudah sekali dalam mengoperasikan, produk yang dijual tak gampang basi atau kadaluwarsa, serta memiliki harga barang yang stabil.

Pangsa pasar usaha fotocopy sangat luas terutama kalangan pelajar, mahasiswa, karyawan, dan lain sebagainya yang dalam keseharian mereka memerlukan jasa fotocopy untuk melaksanakan tugas dan pekerjaannya sehari-hari. Pendek kata, peluang usaha menjanjikan ini cocok sekali dijalankan di sekitar perkantoran, instansi, lembaga, kampus, pusat pendidikan, dll yang senantiasa membutuhkan usaha jasa fotocopy.

Bahkan dilihat sekarang ini usaha fotocopy semakin berkembang pesat. Hal inilah yang membuat usaha fotocopy termasuk usaha yang prospektif ke depannya. Sehingga banyak pelaku usaha fotocopy yang sukses dan kaya raya berkat bisnis ini.

Rincian Modal Usaha Fotocopy Hingga Beroperasi
Sama seperti usaha lainnya untuk membuka usaha fotocopy memerlukan modal usaha. Berikut ini rincian modal usaha fotocopy hingga beroperasi :

A. Modal Investasi
1. Mesin Fotocopy Canon Rp 15.400.000
2. Mesin Laminating Rp 1.500.000
3. Etalase Rp 1.000.000
4. Sewa Tempat 1 Tahun Rp 15.000.000
5. Printer Rp 500.000
6. Komputer Rp 5.000.000
7. Kursi + Meja Rp 800.000
8. Peralatan ATK Rp 3.000.000
9. Pemotong Kertas Rp 800.000
Total biaya modal: Rp 43.200.000

B. Modal kerja
1. Gaji Pegawai Rp 900.000
2. Listrik Rp 300.000
3. Bahan Baku (kertas, tinta) Rp 1.500.000
Total biaya modal kerja Rp 2.700.000/bulan

Jika ingin memulai usaha fotocopy minimal harus mempersiapkan modal uang sebesar Rp 43.200.000 + Rp. 2.700.000 = Rp. 45.900.000. Perhitungan harga dan biaya ini hanya bersifat kasar dan bisa disesuaikan dengan situasi setempat dan kebutuhan tertentu. 

Misalnya jika modal uang yang anda miliki terbatas lebih baik membeli mesin fotocopy yang bekas dan berkualitas. Atau alternatif lain menyewa mesin fotocopy sambil menabung uang hasil usaha untuk membeli mesin fotocopy baru.

Keuntungan Usaha Fotocopy Perhari
Jika diasumsikan dalam satu hari menghabiskan :
Kertas sebanyak 3 rim x Rp 30.000 = Rp 90.000
Konsumsi listrik 13 jam x Rp 1.500 = Rp 19.500
Toner / Tinta sebanyak 3 rim (1500 lembar) x Rp 2 = Rp 3000
Gaji karyawan Rp 90.000 : 30 hari = Rp 30.000
Total Biaya Modal Kerja Perhari = Rp 142.500
Pendapatan perhari : 1500 lembar (3 Rim) x Rp 150 = Rp 225.000
Laba bersih perhari Rp. 225.000 – Rp 142.500 = Rp 82.500

Keuntungan tersebut belum ditambah dengan usaha tambahan seperti penjualan alat tulis kantor (ATK), alat tulis sekolah, penjilidan, laminating, pulsa, printer, cetak foto, usaha makanan dan minuman ringan dan lain sebagainya.

Karena pada awal mula merintis usaha fotocopy mungkin keuntungan usaha belum begitu besar. Oleh sebab itu, biaya modal kerja harus dipersiapkan dalam tiga bulan ke depan. Namun ada beberapa upaya yang bisa dilakukan oleh seorang pengusaha fotocopy agar dibulan pertama langsung membukukan keuntungan berlipat.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel